Sebagai definisi awal, untuk penulisan-penulisan selanjutnya saya akan menggunakan penyebutan nama orang/perusahaan/instansi/organisasi khayalan sebagai Pak D, Bu SY, PT. XYZ, PT. PQS, dsb. dengan format 3 alfabet sembarang. Ini saya lakukan untuk menghindari kesamaan nama dan tempat dan peristiwa.
Posting ini juga nantinya akan saya acu di beberapa penulisan yang memerlukan penyebutan nama orang/perusahaan/instansi/organisasi. Misalnya dalam suatu narasi, saya akan menyebutkan seperti ini: “Pada saat saya bekerja di PT. XYZ yang bergerak di bidang akuntan publik, saya bertemu dengan Pak BD yang bekerja di instansi HIJ.” Penamaan-penamaan ini tentunya tidak perlu dipertanyakan, “PT. XYZ itu dimana sih?” dan selanjutnya.
Read more »
Filed under: assumption, definition, information technology, reference | Leave a Comment »